Judul 1

Judul 1
Deskripsi 1

Judul 2

Judul 2
Deskripsi 2
INFORMASI
Pendaftaran Siswa/i Tahun Ajaran 2018-2019

YPSIM Ter-Update



Friday, December 29, 2017

Kisah Inspiratif Si Tukang Kayu, Sederhana Kini Mendunia

Andrio Dev

Masa kecil tukang kayu ini bukanlah orang yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Ia anak tukang kayu, nama bapaknya Noto Mihardjo, hidupnya amat prihatin, dia besar di sekitar Bantaran Sungai. Ia tau bagaimana menjadi orang miskin dalam artian yang sebenarnya.Bapaknya penjual kayu di pinggir jalan, sering juga menggotong kayu gergajian.

Ia sering ke pasar, pasar tradisional dan berdagang apa saja waktu kecil. Ia melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana pedagang dikejar-kejar aparat, diusiri tanpa rasa kemanusiaan, pedagang ketakutan untuk berdagang. Ia prihatin, ia merasa sedih kenapa kota tak ramah pada manusia.Sewaktu SD ia berdagang apa saja untuk dikumpulkan biaya sekolah, ia mandiri sejak kecil tak ingin menyusahkan bapaknya yang tukang kayu itu. Ia mengumpulkan uang receh demi receh dan ia celengi di tabungan ayam yang terbuat dari gerabah. Kadang ia juga mengojek payung, membantu ibu-ibu membawa belanjaan, ia jadi kuli panggul.

Sejak kecil ia tau bagaimana susahnya menjadi rakyat, tapi disini ia menemukan sisi kegembiraannya.Ia sekolah tidak dengan sepeda, tapi jalan kaki. Ia sering melihat suasana kota, di umur 12 tahun dia belajar menggergaji kayu, tangannya pernah terluka saat menggergaji, tapi ia senang dan ia gembira menjalani kehidupan itu, baginya “Luwih becik rengeng-rengeng dodol dawet, tinimbang numpak mercy mbrebes mili”. Keahliannya menggergaji kayu inilah yang kemudian membawanya ingin memahami ilmu tentang kayu.Lalu ia berangkat ke Yogyakarta, ia diterima di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, jurusan kehutanan.

Ia pelajari dengan tekun struktur kayu dan bagaimana pemanfaatannya serta teknologinya. Di masa kuliah ia jalani dengan amat prihatin, karena tak ada biaya hidup yang cukup. Kuliahnya disambi dengan kerja sana sini untuk biaya makan, ia sampai lima kali indekost karena tak mampu biaya kost dan mencari yang lebih murah.Hidup dengan prihatin membawanya pada situasi disiplin, Jokowi mampu menerjemahkan kehidupan prihatinnya lewat bahasa kemanusiaan, bahwa dalam kondisi susah orang akan menghargai tindakan-tindakan manusiawi, disinilah Jokowi belajar untuk rendah hati.Setamat kuliah ia tetap menjadi tukang gergaji kayu, tapi ia sudah memiliki wawasan, ia melihat industri kayu berkembang pesat, ia mendalami mebel.

Disini ia pertaruhkan segalanya, rumah kecil satu-satunya bapaknya ia jaminkan ke Bank. Dan ia berhasil, ia bukan saja tapi ia juga pengambil resiko yang cerdas, ia berhasil dari sebuah bengkel mebel dengan gedek disamping pasar yang kumuh berhasil dikembangkan. Ia menangis ketika pekerja-pekerjanya bisa makan.Suatu saat ia kedatangan orang Jerman bernama Micl Romaknan, orang Jerman ini kebetulan tidak membawa grader (ahli nilai) kayu, ia ngobrol dengan si tukang kayu , kata orang Jerman itu : “Wah, di Jepara saya ketemu orang namanya Joko, baiklah kamu kunamakan saja Djokowi, kan mirip Djokovich” akhirnya terciptalah sebuah nickname Jokowi yang melegenda itu.

Perkembangan bisnisnya bagus, ia dipercaya kerna ia jujur, orang Jerman suka dengan orang yang jujur dan pekerja keras, Jokowi hanya tidur 3 jam sehari, selebihnya adalah kerja. Ia tak pernah makan uang dari memeras atau pungli, ia makan dari keringatnya sendiri. Dengan begitu hidupnya berkah. Jokowi berhasil mengekspor mebel puluhan kontaner dan ia berjalan-jalan di Eropa.Tidak seperti kebanyakan orang Indonesia yang mengunjungi Eropa dengan cara hura-hura atau foto sana, foto sini tanpa memahami hakikat masyarakatnya.

Jokowi di Eropa berpikir reflektif. “Kenapa kota-kota di Eropa, kok sangat manusiawi, sangat tinggi kualitasnya baik kualitas penghargaan terhadap ruang gerak masyarakat sampai dengan kualitas terhadap lingkungan” lama ia merenung ini, akhirnya ia menemukan jawabannya “Ruang Kota dibangun dengan Bahasa Kemanusiaan, Bahasa Kerja dan Bahasa Kejujuran”. Tiga cara itulah yang kemudian dikembangkan setelah ia menduduki jabatan di Solo.Setelah sukses di bisnis, Jokowi berpikir “Bagaimana ia bisa berterima kasih pada bangsanya” lalu ia mendapatkan jawabannya, bahwa contoh terbaik untuk berterima kasih adalah menjadi pemimpin rakyat yang bertanggung jawab. Lalu ia masuk ke dalam dunia politik dengan seluruh rasa tanggung jawab.

Pertanggung jawaban politiknya adalah pertanggungjawabtan moral bukan karena ia mencari hidup dalam dunia politik, ia ikhlas dalam bekerja, baginya inilah cara berterima kasih pada bangsanya.Ia masuk ke dalam dunia politik, awalnya tidak dipercaya, karena sosoknya lebih mirip tukang becak alun-alun kidul tinimbang seorang gagah yang hebat, dalam masyarakat kita, sosok dengan ‘bleger’ yang besar lebih diambil hati ketimbang orang dengan sosok kurus, ceking dan tak berwibawa itulah yang dialami Jokowi, tapi beruntung bagi Jokowi, saat itu masyarakat Solo sedang bosan dengan pemimpin lama yang itu itu saja, mereka mencoba sesuatu yang baru.

Akhirnya Jokowi menang tipis.Masyarakat mempercayainya dan ia menjawabnya dengan “Kerja” ia siang malam bekerja untuk kotanya, ia datangi tanpa lelah rakyatnya, ia resmikan gapura-gapura pinggir jalan, ia hadir pada selamatan-selamatan kecil, ia terus diundang bahkan untuk meresmikan pos ronda sebuah RW sekalipun. Ia bekerja dari akarnya sehingga ia mengerti anatomi masyarakat.Suatu hari Jokowi didatangi Kepala Satpol PP. Kepala Satpol itu meminta pistol karena ada perintah pemberian senjata dari Mendagri. Jokowi meradang dan menggebrak meja “Gila apa aku menembaki rakyatku sendiri, memukuli rakyatku sendiri…keluar kamu…!!” kepala Satpol PP itupun dipecat dan diganti dengan seorang perempuan, pesan Jokowi pada kepala Satpol PP perempuan itu “Kerjalan dengan bahasa cinta, kerna itu yang diinginkan setiap orang terhadap dirinya, cinta akan membawa pertanggungjawaban, masyarakat akan disiplin sendiri jika ia sudah mengenal bagaimana ia mencinta dirinya, lingkungan dan Tuhan. Dari hal-hal inilah Jokowi membangun kota-nya, membangun Solo dengan bahasa cinta….”.

Apakah di Jakarta ia tak bakalan mampu? banyak yang nyinyir bahwa Solo bukan Jakarta. Tapi apa kata Jokowi “Hidup adalah tantangan, jangan dengarkan omongan orang, yang penting kerja, kerja dan kerja. Kerja akan menghasilkan sesuatu, sementara omongan hanya menghasilkan alasan”Jokowi berangkat dalam alam paling realistisnya. Kepemimpinan yang realistis, bertanggungjawab dan kredibel. Rasanya tidak berlebihan jika melalui Jokowi-lah dan kita bersama-sama menuju harapan baru, Jakarta baru, Indonesia baru. Indonesia yang terhormat, beradab, dan bermartabat.Semoga bermanfaat.

Sampai Hingga saat ini, Jokowi berhasil memimpin negeri tercinta ini. Yang sosoknya terpajang di tiap-tiap ruang kelas & kantor-kantor di Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, menjadi inspirasi bagi tiap-tiap siswa siswi untuk terus belajar, maju & berkembang menjadi sosok pemimpin yang mampu menginspirasi banyak orang dengan kesederhanaannya.


Tuesday, October 17, 2017

Makna & Harapan Perayaan Deepavali 2017 Di YPSIM

Andrio Dev

YPSIM - Sebagai sekolah yang menjunjung tinggi pluralisme, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda setiap tahun nya memperingati perayaan Deepavali atau yang biasanya disebut Diwali oleh sebagian kalangan masyarakat. Namun tahukah kamu bagaimana sejarahnya perayaan Deepavali menjadi salah satu perayaan paling meriah yang dirayakan oleh umat Hindu & apa makna dari perayaan Deepavali ?

Deepavali sendiri sebenarnya bukanlah perayaan keagamaan, melainkan perayaan budaya. Secara Spiritual, Deepavali merupakan perayaan yang dirayakan untuk menyambut kepulangan Dewa Rama setelah pulang berperang di Alengka untuk menyelamatkan Dewi Shinta. Kemenangan Dewa Rama ini tidak lain merupakan simbol dari kemenangan cahaya umat Hindu atas lenyapnya kebodohan, kegelapan, kejahatan, & keputusasaan. Makna lain dalam kemenangan cahaya ini disebut pelita.

Perayaan Deepavali 2017 yang tepat jatuh pada tahun 5119 Kaliyuga ini disambut baik oleh guru-guru agama hindu dan siswa siswa YPSIM yang ber-etnis tamil, tidak terlepas bagi yang beragama Hindu maupun Buddha. Beberapa kegiatan yang sudah dipersiapkan di YPSIM dalam menyambut perayaan Deepavali antara lain seperti menghias kuil yang di dekorasi langsung oleh siswa-siswi YPSIM. Kemudian mempersiapkan beberapa tarian kolosal yang akan ditampilkan dalam acara perayaan, serta tarian trisaksi, tarian nawakali, dan pemasangan pelita.

Beberapa tokoh penting yang akan hadir dalam perayaan Deepavali di lingkungan YPSIM tahun ini antara lain dr.Sofyan Tan, kemudian beberapa tokoh hindu dari Parisada, serta ketua pembimas Hindu dari kementrian agama Hindu di Sumatera Utara.

Bu Sumitra, selaku guru agama Hindu di YPSIM juga menambahkan beberapa harapan pada perayaan Deepavali di tahun 5119 Kaliyuga ini, diantaranya agar seluruh masyarakat yang merayakan selalu memperoleh berkah, kebetruntungan, kemakmuran yang melimpah di tahun ini.

Monday, September 25, 2017

Phiter & Agung, Sang Juara Musik Kreatif

Andrio Dev

Selamat buat Phiter Samuel (Instagram: @phiter_samuel) dan Agung Daniel (Instagram: @agung_dpt) , siswa SMA YPSIM yang berprestasi di bidang musik pada kompetisi lomba musik kreatif yang diadakan di UNIMED kemarin.

Pada ajang perlombaan musikal kali ini, atas bimbingan langsung dari pak @ariidwan YPSIM mampu meraih juara 3 umum dari puluhan siswa yang mengikuti kompetisi.

Keren & Berprestasi ! ๐Ÿ˜‰๐Ÿ‘
Berikut ceritanya yang ditulis langsung oleh Phter Samuel :



Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar Barang Bekas? Mungkin yang terlintas dipikiran kalian adalah rongsokan yang tidak terpakai lagi. Namun, tidak dengan kedua siswa SMA Sultan Iskandar Muda ini yaitu Agung Daniel dan Phiter Samuel. Mereka adalah siswa yang berhasil meraih juara 3 dari puluhan peserta pada lomba musik kreatif tingkat kota Medan di Universitas Negri Medan dalam rangka festival anak nasional.

Banyak cobaan yang dihadapi mereka sebelum lomba berlangsung. Masalah pertama yang mereka hadapi adalah waktu. Pelatih mereka yaitu pak Ari Ridwan mengetahui lomba diadakan pada hari sabtu 5 agustus tetapi ternyata lombanya diadakan pada kamis tanggal 3 agustus 2017. Hal tersebut yang membuat mereka hanya melakukan latihan selama 3 jam saja,untung dalam waktu yang singkat itu mereka dapat mengoptimalkan latihannya. Masalah kedua yang mereka hadapi adalah latar belakang pengenalan musik mereka yang berbeda.

Phiter awalnya adalah pemusik gereja yang memainkan alat musik keyboard sedangkan agung awalnya hanya sebagai pemain marching band. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih mereka pak Ari Ridwan untuk menyatukan kedua siswa dengan latar belakang pengenalan musik yang berbeda itu. Namun semua itu dapat diatasi mereka dengan baik walaupun mereka hanya
latihan selama 3 jam.

Mungkin banyak yang tidak menyangka kalau mereka berhasil mendapat juara 3. Dari sini kita
dapat mengambil kesimpulan bahwa “ Tidak ada kerja keras yang sia sia “

Terima Kasih
Oleh : Phiter Samuel

Tuesday, September 12, 2017

Rizky Adinda, Juara 3 Umum Pidato Bahasa Inggris Sumut

Andrio Dev

Wah.. siswi SMA kembali tuai prestasi ! Keren yah.. ๐Ÿ˜Š
YPSIM banyak menelurkan siswa/i berprestasi, diantaranya Alifia Ferrasti yang berhasil meraih juara 1 lomba menulis cerpen, diikuti Rizky adinda yang meraih juara 3 lomba pidato bahasa Inggris.

Kompetisi yang berlangsung tanggal 6-7 Agustus kemarin di Taman Edukasi Avros ini diadakan langsung oleh Pemko Medan dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional. Event ini berlangsung meriah diikuti oleh berbagai sekolah di Medan.

Berikut ceritanya, yang ditulis langsung oleh Rizky Adinda :




Sekolah Sultan Iskandar Muda memiliki banyak ekstrakurikuler sebagai tempat Siswa/i-nya menyalurkan bakat atau kemampuan yang dimiliki. Seperti saya, saya tergabung dalam ekstrakurikuler Bahasa Inggris, atau English Club namanya. Di English Club ini, banyak yang saya pelajari, seperti English debate, English speech, story telling dan banyak lainnya. Tak jarang siswa/I angota English club ini diikut sertakan dalam berbagai perlombaan.

Dalam rangka Hari Anak Nasional 2017, Pemko Medan mengadakan berbagai perlombaan, salah satunya adalah Perlombaan Pidato Bahasa Inggris dengan tema Perlindungan anak dimulai dari keluarga. Mam Yohani selaku guru pembimbing English Club, meminta saya mengikuti perlombaan tersebut. Saya yang memang suka berpidato pun menganggap ini sebagai sebuah kesempatan bagi saya untuk belajar dan memperoleh pengalaman. Persiapan pun saya lakukan. Teks pidato yang akan saya bawakan, saya hafal dan saya pahami sehingga isi dari pidato saya dapat benar-benar tersampaikan pada orang yang mendengarnya.

Mam Yohani pun turut membantu saya. Namun, ketika perlombaan dimulai, mendadak saya nervous, tidak terlalu percaya diri, mengingat ini adalah pertama kalinya saya megikuti perlombaan pidato bahasa inggris semenjak duduk di bangku SMA. Tapi saya berusaha menghilangkannya dengan berfikir bahwa saya harus berusaha yang terbaik. Akhirnya, saya bawakanlah pidato bahasa inggris saya dengan judul Keeping Child Save From The Internet

Perlombaan tersebut dilakukan selama 2 hari, tanggal 6-7 agustus, bertepatan hari minggu-senin, diadakan di Taman Edukasi Avros, diikuti oleh berbagai sekolah di Kota Medan, dan juga dihadiri langsung oleh Wakil Walikota Kota Medan, yaitu Bapak Akhyar Nasution. Selain berkompertisi, juga banyak pengalaman yang saya peroleh dari mengikuti kegiatan dalam rangka hari anak ini. Seperti, workshop kerajinan, penampilan seni, dan semua anak-anak disini berbaur, berteman dengan siapa saja. Sehingga saya pun mendapat banyak teman baru.

Pengumuman pemenang perlombaan diumumkan pada hari senin. Saya tidak yakin mampu menang, perlombaan ini juga perdana buat saya. Guru pembimbing saya juga mengatakan, yang penting sudah memberikan yang terbaik, menang kalah urusan belakangan. Namun, tetap saja saya tak ingin hasilnya mengecewakan.

Ketika pemenang diumumkan, ternyata saya Juara III. Saya sangat bersyukur. Saya berterima kasih kepada pihak sekolah dan guru pembimbing saya yang sudah membantu dan mendukung saya sehingga saya mampu menjuarai perlombaan pidato bahasa inggris ini. Kedepannya saya berharap saya dapat memberikan hasil yang lebih baik lagi. Terima kasih.

Oleh : Rizky Adinda

Sunday, August 27, 2017

Pasangan Selebritis Anang Ashanty Hadiri HUT YPSIM Ke 30

Andrio Dev
Siapa yang tak kenal pasangan selebritis yang satu ini. Musisi kondang yang lama berkiprah di bidang musik Anang Hermansyah, hadir bersama istri Ashanty dalam acara Ulang Tahun YPSIM ke 30 yang diadakan hari ini, 27 Agustus 2017 di gedung MICC Medan.

Pasangan Anang Ashanty hadir berduet membawakan beberapa lagu hits mereka dantaranya Jodohku, Jangan memilih Aku, & beberapa hits populer lainnya yang disambut antusias oleh seluruh guru, siswa, & orang tua siswa yang hadir dalam undangan HUT YPSIM ke 30 hari ini.





Saturday, August 26, 2017

Menristek Dikti: Munculkan YPSIM Lain Di Seluruh Indonesia

Andrio Dev

TABLOIDIMAJI.COM, MEDAN – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir, mengatakan sekolah seperti Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) jangan hanya berdiri di Medan, tapi harus ada di seluruh Indonesia. Karena konsep pendidikan berkarakter dengan sistem keberagaman dibutuhkan di Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya ke sekolah yang membangun sistem keberagaman dan kebhinekaan. Ini contoh pendidikan berkarakter. Mudah-mudahan YPSIM tidak hanya satu di Medan, tapi bisa berkembang berdiri di seluruh Indonesia,” katanya saat memberikan kata sambutan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) YPSIM ke-30, 25 Agustus 1987 – 25 Agustus 2017 dengan tema Merawat Keberagaman, Menjaga Jati Diri NKRI, di Sekolah YPSIM, Jalan Bakul, Medan, Sabtu (26/8/2017).

Nasir mengaku senang dan kagum ketika ditunjukkan di dalam sekolah terdapat rumah ibadah berbagai agama seperti masjid, gereja, pura dan wihara yang berdiri berdekatan. Sebagai pertanda semua pihak harus bersatu bersama-sama dalam merajut keberagaman menjadi persatuan yang kuat.

Model sekolah seperti YPSIM menurut Menristek Dikti harus lebih berkembang lagi. Membangun sistem pendidikan keberagaman penting dilakukan di Indonesia yang memiliki 17 ribu pulau, 700 suku, dan 1500 budaya. Apalagi saat ini yang sering jadi masalah adalah provokasi dengan dalih perbedaan agama, suku dan ras yang pada akhirnya saling hujat-menghujat. Itulah yang dilakukan orang-orang yang tidak senang Indonesia bersatu dalam keberagaman.

Dia mengingatkan, Presiden Joko Widodo selalu menyampaikan dalam beberapa forum resmi bahwa Afganistan hanya punya 6 suku dimana 2 suku diantaranya kerap saling berkonflik. Karena konflik tak segera diselesaikan akhirnya pecah perang saudara yang berkepanjangan. Banyak yang bertanya mengapa Indonesia yang jauh lebih beragam bisa tetap bersatu. Jawabannya karena Indonesia punya Pancasila yang menyatukan semua perbedaan.

Dalam kesempatan itu Nasir mengapresiasi berbagai program yang sudah diluncurkan YPSIM seperti edupatrol bekerjasama dengan BNI, program bantuan pensiunan bagi guru, beasiswa bagi siswa yang kurang mampu serta prestasi 65 orang siswa-siswanya di tahun 2017 yang mampu masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). (MEL)


Sumber : http://www.tabloidimaji.com

Tim Kerja Pembangun

  • Agus RizalJabatan
  • Christin EvalinaJabatan
  • Lando BeninoNetwork Administrator
  • Andrio PrijayaProgrammer
  • HendryVideographer
  • IdrusPhotographer