YP Sultan Iskandar Muda Juara 1 Lomba Ekspos Inovasi Moderasi Beragama



 

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama mengadakan Lomba Ekspos Inovasi Moderasi Beragama sebagai wujud apresiasi, sekaligus dukungan, terhadap kerja inovatif institusi dalam merawat dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama. Lomba tersebut terbagi ke dalam empat kategori yaitu: Kampung Moderasi, Madrasah Moderasi, Rumah Ibadah Moderasi, dan Sekolah Moderasi.


Tahapan perlombaan meliputi tahapan administrasi-substansi di mana peserta mengirimkan dokumen berisi rekam jejak inovasi moderasi beragama yang telah dilakukan. Dilanjutkan dengan tahapan wawancara pada 15 September 2023 secara virtual di mana peserta memaparkan inovasi yang telah dilakukan, disusul oleh tanya-jawab dengan dewan juri dan pakar. 


Setelah itu, Badai Litbang Agama (BLA) Semarang yang menggawangi lomba tersebut bersama para dewan juri melakukan visitasi kepada para peserta. Hasil visitasi dilaporkan pada sidang pleno Kementerian Agama, sebagai komponen akhir penilaian sebelum pemilihan tiga juara pada masing-masing kategori. 


Sebagaimana diketahui, Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM) menjadi juara 1 lomba ekspos inovasi moderasi beragama kategori Sekolah Moderasi. Dalam proses seleksi, tim YPSIM menekankan bagaimana inovasi moderasi beragama dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan serta pada seluruh aspek pendidikan. Dari segi fasilitas, misalnya, YPSIM memiliki rumah ibadah untuk agama Islam, Kristen, Hindu, dan Buddha yang dibangun di dalam satu kompleks. Sedangkan dalam aspek manajemen, YPSIM selalu menekankan pada inklusivitas dan keberagaman latar belakang sebagai bentuk rekognisi dan representasi terhadap kelompok yang beragam. 



YPSIM juga memiliki seperangkat tata nilai yang menjadi budaya institusi di mana nilai-nilai moderasi beragama dan toleransi termasuk di dalamnya. Penanaman nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai praktik baik seperti doa lintas agama serta perayaan hari raya agama-agama. 


Dalam aspek pembelajaran, YPSIM melakukan inovasi pembelajaran intrakurikuler seperti Kelas Religiusitas; inovasi pembelajaran kokurikuler seperti pada projek modul bertema Bhinneka Tunggal Ika; serta inovasi alat-bantu pembelajaran berbasis Artificial Intelligence bernama Chatbot Bineka guna mendukung pembelajaran keberagaman agama dengan harapan dapat memperkuat toleransi dan empati serta meruntuhkan stereotype


Kepala BLA Semarang, Anshori, berharap agar “Pemenang dari lomba inovasi moderasi beragama ini… menjadi role model bagi unit-unit lain di seluruh dunia.” Beliau juga menyampaikan bahwa setelah pengumuman pemenang ini, akan dilakukan kegiatan diskusi publik ekspos inovasi moderasi beragama. 


Perjalanan YPSIM dalam memperkuat keberagaman, toleransi, dan moderasi beragama tidak dimulai kemarin. Alih-alih, merupakan proses panjang sejak awal yayasan ini didirikan. Sementara penghargaan ini menjadi bentuk pengakuan atas kerja panjang tersebut, YPSIM berkomitmen untuk terus melakukan upaya inovatif dalam memperjuangkan toleransi, keberagaman, dan moderasi beragama melalui pendidikan sebagaimana dicita-citakan oleh pendiri yayasan, dr. Sofyan Tan. 


Posting Komentar

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Copyright © Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM).
Designed by ODDTHEMES Shared By Way Templates