YPSIM Ter-Update



Saturday, February 16, 2019

Dinas Pariwisata Apresiasi Gelar Karya Siswa SMK SIM

Andrio Dev

Dinas Pariwisata Medan mengapreasi pagelaran Gelar Karya Siswa SMK sekolah Sultan Iskandar Muda  yang rutin dilaksanakan setiap tahun karena mampu meningkatkan kreatifitas para siswa.

"Kita sangat mengapresiasi Gelar Karya Siswa SMK sekolah Sultan Iskandar Muda. Ke depannya mungkin inti penampilan kreatifitas dari siswa bisa ditambah lagi seperti melukis, mengukir dan lainnya.Jadi bukan hanya tari-tarian saja yang bisa kita tampilkan,"kata Kasi Penyuluhan Hak Kekayaan Intelektual Dinas Pariwisata Medan, Fajar saat menghadiri kegiatan Gelar Karya SMK Sultan Iskandar Muda, Sabtu kemarin.

Kegiatan ini dihadiri, Sekretaris Yayasan J Anto, Pimpinan Sekolah, Edy Jitro Sihombing MPd dan para kepala sekolah serta ratusan siswa/i SMK Sultan Iskandar Muda.

Fajar menyatakan, Dinas Pariwisata Medan untuk saat ini memiliki banyak program pembinaan ekonomi kreatif (ekraf) termasuk pertunjukan seni seperti yang ditampilkan oleh siswa/i SMK Sultan Iskandar Muda.

"Ke depannya kita bisa rangkul para pelaku ekraf , apalagi untuk generasi muda. Target kita ke depannya memang diperuntukan bagi generasi muda atau milenial. Target awal kita akan ke kampus-kampus dulu,"sebut Fajar.

Sebelumnya Kepala SMK  Sultan Iskandar Muda Elly Sorta Maria SPd  mengatakan, Gelar Karya siswa SMK pada tahun ini diwujudkan dalam bentuk kostum karnaval yang mengambil 3 kostum utama yaitu: Garuda Pancasila, Kelautan dan Kehutanan. Dua kostum lainnya mengangkat pakaian  tradisional dari kepulauan Nias dan Tapanuli.

Elly Sorta menjelaskan, kostum Garuda Pancasila diangkat dalam dalam gelar karya tersebut untuk mengingatkan bahwa lambang negara kita adalah Garuda Pancasila.

"Jadi jangan ada yang melupakan Garuda Pancasila yang gagah, perkasa dan bisa mempersatukan rakyat Indonesia itu adalah  lambang negara kita,"kata  Elly Sorta.

Untuk kostum kedua, sebut Elly Sorta, pihaknya mengaitkannya dengan laut Indonesia yang luasnya luar biasa agar bisa generasi muda mendatang bisa menggali potensi kekayaan alam laut di Indonesia.

Sedangkan kostum ketiga mengenai hutan di Indonesia yang juga sangat luas memang perlu dijaga dan dilindungi kelestariannya di tanah air agar tidak ada terjadi bencana terkait kondisi alam yang rusak akibat ulah manusia.

"Kalau dua kostum lainnya mengangkat pakaian tradisional daerah Nias dan Tapanuli karena kedua daerah ini sangat berdekatan dengan Kota Medan,"ujarnya.

Selain menampilkan kostum karnaval, kegiatan gelar karya siswa SMK Sultan Iskandar Muda  yang mengusung tema "Generasi Hebat Adalah Generasi Berkarya"dirangkai dengan kegiatan kewirausahaan hasil kreatifitas siswa dalam bentuk bazaar. 
  
"Jadi dalam bazaar itu cukup banyak hasil kreatifitas dan karya para siswa dari barang bekas untuk ditampilkan seperti lukisan, gantungan kunci, akrilik bunga dan lainnya,"ungkap Elly Sorta.

Melalui bazaar, para siswa juga bisa lebih banyak belajar menghitung seperti berapa modal, keuntungan dan berapa yang terjual. Jadi kewirausahaan siswa kita aplikasikan dalam bentuk bazaar .Mereka juga harus menghitung berapa banyak tenaga kerja yang dipekerjakan,"ujar Elly.

Wednesday, January 23, 2019

Sofyan Tan : Jangan Tiru Sifat Babi

Andrio Dev

Anggota Komisi X DPR RI, dr Sofyan Tan memastikan anggaran untuk pendidikan akan terus tersalurkan ke sekolah-sekolah dan siswa yang membutuhkan di dapilnya.

"Saya pastikan anggaran untuk pendidikan akan terus tersalurkan.Setelah fokus pada renovasi ini, kita ke depan akan fokus meningkatkan kualitas guru-guru.Ini juga akan menjadi pantauan saya," kata Sofyan Tan saat meresmikan renovasi ruangan kelas SMA Negeri 10 Medan, Sabtu (19/1).

Bukan hanya itu, sepanjang telah menjadi anggota DPR RI, 4 tahun 2 bulan 19 hari, ia sendiri telah membantu 1922 sekolah untuk perbaikan laboratorium IPA maupun komputer serta perpustakaan.

"Bayangkan, saya bisa membantu lebih banyak orang dengan menjadi anggota DPR. Sebelumnya saya hanya anak orang miskin.Ayah dan ibunya tidak tamat sekolah. Saya ambil kedokteran karena saya ingin kejadian yang terjadi pada ayah saya tidak terjadi lagi pada orang. Sambil kuliah kedokteran saya menjadi guru. Malamnya mengajar private. Saya tidak pernah mengeluh untuk bekerja keras," ucapnya.

Dalam motivasinya kepada ratusan siswa dan orangtua siswa, Sofyan Tan menyatakan, jangan pernah berkecil hati menjadi orang yang tidak mampu, tapi terus berjuang dan bekerja keras.

Dalam kesempatan itu, Sofyan menjelaskan, pada 2019 ada 134 sekolah di daerah pemilihannya di Sumatera Utara yang akan direnovasi. Berdasarkan data badan pusat statistik nasional sendiri masih ada 156 ribu sekolah lagi yang rusak. Hanya saja untuk Sumut tahun ini yang direnovasi itu ada 134 sekolah. Salah satu di antaranya SMA Negeri 10 ini.

Selain renovasi sekolah, tahun ini juga ada 44 ribu Kartu Indonesia Pintar (KIP) akan yang dibagikan kepada siswa miskin di daerah pemilihannya. "Dari 44 ribu itu, hari ini saya serahkan kepada siswa SMA Negeri 10 Medan sebanyak Rp140 juta. Artinya ada 140 siswa dari sini yang menerima," ucap pemilik Yayasan Pendidikan Sultan Iskandar Muda tersebut.

Kepala SMA Negeri 10 Medan, Susnesi menyebutkan, sepanjang sekolah tersebut berdiri, laboratorium itu tidak pernah diperbaiki. Lantainya juga hanya terbuat dari papan. "Kami saja mau menginjaknya takut-takut, Pak. Karena kayunya sudah tua. Berkat Pak Sofyan Tan akhirnya laboratorium tersebut direnovasi," ujarnya sambil menyebutkan Sofyan Tan sudah datang tiga kali ke sekolah tersebut.

Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar : Perbedaan Itu Rahmat

Andrio Dev

Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof KH Nasaruddin Umar, MA,Ph.D menegaskan, perbedaan jangan diartikan sebagai sebuah malapetaka, namun  adalah rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa. "Saya belajar banyak dalam konfigurasi etnik dan agama yang berbeda. Perbedaan itu jangan diartikan sebagai sebuah malapetaka, tapi itu adalah rahmat,"kata Nasaruddin Umar saat berkunjung ke sekolah Sultan Iskandar Muda, di Medan Sunggal, Sabtu (19/1).

Kedatangan Nasruddin bersama rombongan saat itu disambut Ketua Pembina Sultan iskandar Muda dr Sofyan Tan, Ketua YPSIM Finche serta para kepala sekolah dan guru. Nasarudin mencontohkan, seandainya sebuah lukisan dengan warna putih semua dan dibingkai tentu terlihat tidak cantik. Namun jika diberi warna-warna kontras maka akan terlihat indah.

"Jadi warna-warni Indonesia seperti ini harus dianggap sebagai rahmat besar dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Indonesia yang ber Bhinneka Tunggal Ika bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain,"sebut Nasaruddin yang baru pertama kalinya ke sekolah Sultan Iskandar Muda.

Nasaruddin kembali mencontohkan, di negara Timur Tengah dengan satu agama mayoritas dan mutlak, bahkan etniknya juga hanya satu atau dua, tapi siang dan malam saling bunuh-bunuhan.

Untuk itu ia mengingatkan, bahwa tidak merupakan satu jaminan sebuah institusi negara yang seragam, lebih homogen dan tidak plural menjadi sebuah negara yang paling stabil. Sebaliknya, jangan juga diartikan bahwa dalam setiap negara yang sangat plural dan heterogen itu justru akan menjadi ancaman yang berbahaya.

"Buktinya Indonesia ini sangat luar biasa, ribuan etnik, pulau, bahasa dan konfigurasi perbedaan lainnya bisa menjadi aman dan damai seperti saat ini,"tutur Nasarudin yang kerap mendengar dari teman-temannya tentang  sekolah multikultural Sultan Iskandar Muda yang didirikan dr Sofyan Tan.

Nasaruddin menambahkan, ada empat fase dari pengamat politik internasional telah meramal Indonesia akan mengalami empat kali hancur.Tahun 1997-1998, Indonesia diramal akan bubar.

"Memang ada krisis moneter saat itu tapi tidak sampai Indonesia hancur. Lalu tahun 2011 kita lewati,  lalu 2014 Indonesia diramal akan seperti negara balkan dan Uni Sovyet satu persatu negara akan merdeka. Indonesia dibayangkan akan pecah menjadi 20 negara, tapi ternyata tahun itu kita lewati termasuk tahun 2017 juga lewat.Jadi para pengamat politik itu sulit memprediksi Indonesia,"ujarnya.

Karenanya, lanjutnya Nasaruddin, kita patut bersyukur karena Indonesia selain memiliki kekayaan alam juga memiliki kekayaan agama, budaya, etnik  bahasa dan lainnya. Begitupun Nasaruddin beharap, umat beragama apapun tidak  boleh saling sikut menyikut maupun menghina satu sama lainnya karena keutuhan Indonesia itu terletak pada keutuhan antar umat beragama.

Sementara Ketua Dewan Pembina YP Sultan Iskandar Muda, dr Sofyan Tan menyatakan,  apa yang disampaikan oleh Nasaruddin Umar, baik itu melalui berbagai kegiatan maupun komentarnya selalu sama dengan visi misi sekolah Sultan Iskandar Muda bagaimana membangun bangsa yang beragam-ragam ini melalui pendidikan multikultural.

"Saya dan Nasaruddin Umar selalu tidak bisa bersama, namun hati kami itu selalu bertemu melalui berbagai komentar dan kegiatan yang disampaikan oleh beliau.Beliau lebih senior karena usia kami hanya terpaut tiga bulan,"ungkap Sofyan Tan.

Sofyan Tan berharap, kehadiran beliau di sekolah diharapkan mampu memberi inspirasi dan motivasi kepada para  siswa sehingga ke depannya mampu memberi prestasi terbaik seperti Nasaruddin Umar.

"Saya bertemu beliau pada tahun 2005 saat ke New Zealand memenuhi undangan Perdana Menteri dalam rangka pertemuan untuk membicarakan bagaimana mewujudkan dunia damai melalui pendidikan multikultural.Saat itu sekolah Sultan Iskandar Muda mendapat kehormatan menjadi model di dalam forum pertemuan tersebut,"kenang Sofyan Tan yang juga Anggota DPR RI ini.

Dalam kunjungannya tersebut, Nasaruddin Umar juga diajak berkeliling ke halaman belakang sekolah Sultan iskandar Muda untuk melihat 4 rumah ibadah yang berdiri secara berdampingan  serta tugu kerukunan yang diapit pohon bul-bul.

Thursday, January 17, 2019

Sofyan Tan Tekankan Pentingnya Pemahaman 4 Pilar

Andrio Dev

Ratusan siswa siswi SMA Dr Wahidin Sudirohusodo, Jalan KL Yos Sudarso, Martubung, Medan Labuhan mengikuti sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang dibawakan oleh Anggota MPR RI, dr Sofyan Tan, Rabu (16/1).

Dalam sosialisasi yang juga dihadiri para guru dan orang tua siswa itu, Sofyan Tan  menekankan betapa pentingnya pemahaman terhadap Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

"Empat pilar kebangsaan ini sangat penting bagi negara dan bangsa kita, khususnya bagi generasi muda.Indonesia sebagai negara kepulauan dengan berbagai ragam suku dan budaya bisa kuat jika nasionalisme kita utuh," kata Sofyan Tan dihadapan ratusan siswa.

Kegiatan sosialiasi 4 pilar yang dirangkai dengan peresmian ruang kelas baru bantuan pemerintah, pemberian SK Program Indonesia Pintar serta bantuan buku itu juga dihadiri pihak Yayasan, Pelangi Wijaya dan para kepala sekolah.

Negara sebut Sofyan Tan, memandang betapa urgensinya masyarakat di Tanah Air untuk memahami kembali nilai-nilai yang ada dalam Empat Pilar. Karenanya melalui UU MD3 mengamanahkan lembaga MPR RI untuk melakukan sosialisasi empat hal penting ini kemudian dilaksanakan MPR RI dengan berbagai metode kepada seluruh rakyat Indonesia.

"Pemahaman dan implementasi Empat Pilar yang baik oleh generasi muda, akan menjadi benteng dari dampak negatif modernisasi dan perkembangan teknologi yang sangat maju, serta bisa menjadi filter dalam menghadapi tahun politik. Tidak mudah terpengaruh untuk saling berkonflik karena beda pilihan,"tutur Sofyan Tan.

Untuk itu, sebut Politisi Partai PDI-Perjuangan ini menjadi sangat penting generasi muda khususnya pelajar Indonesia era kekinian untuk semangat dan serius berupaya memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar tersebut, salah satunya mengikuti  Sosialisasi Empat Pilar yang digencarkan MPR RI sesuai amanah UU No.17 Tahun 2014.

"Masyarakat maupun generasi muda Indonesia era milenial saat ini harus memahami dan mengimplementasikan Empat Pilar.Apalagi  bangsa kita memiliki keanekaragaman agama, budaya, adat istiadat dan suku-suku yang berbeda-beda, sangat penting untuk menopang kemakmuran dan kekuatan bangsa,"sebutnya.

Mewakili pihak Yayasan, Ashari SH mengapresiasi sosok Sofyan Tan yang menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar . Menurutnya,  Sofyan Tan adalah figur yang bisa menjadi panutan masyarakat di Sumut. “Baik dari sisi tutur kata maupun tingkah lakunya. Saya secara pribadi sangat salut sama beliau. Karena beliau sering turun ke lapangan,” ujarnya

Ashari juga berharap sosialisasi Empat Pilar ini dapat memberikan motivasi kepada setiap pelajar. "Semoga para pelajar dapat menanamkan jiwa nasionalisme,"harapnya.

Monday, November 26, 2018

HUT PGRI ke-73, Ribuan Siswa YPSIM Bagikan Bunga

Andrio Dev
Usai memberikan apresiasi penghargaan, Ketua Dewan Pembina YPSIM dr Sofyan Tan,  Ketua YPSIM, Finche SE MPsi, Pimpinan Sekolah Edy Jitro Sihombing MP diabadikan bersama dengan para guru berprestasi  pada acara HUT PGRI ke-73 di halaman sekolah, Jalan T Amir Hamzah, Medan Sunggal Senin (26/11)

Ribuan siswa-siswi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YP SIM) menggelar aksi bagi bunga kepada para guru pada peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2018 yang bersamaan dengan HUT PGRI ke-73 di halaman sekolah, Jalan T Amir Hamzah, Medan Sunggal Senin (26/11).

"Pemberian bunga kepada guru sebagai ungkapan syukur dan terimakasih dari siswa atas pengabdian guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam mencerdaskan anak bangsa,"kata Meilisa salah satu siswi SMP YPSIM disela-sela pembagian  bunga .

Pembagian bunga dan menyalami ratusan guru itu dilakukan siswa-siswi setelah pelaksanaan upacara HUT PGRI ke-73 yang dipimpin langsung oleh
Ketua Dewan Pembina YPSIM dr Sofyan Tan.Hadir disana Ketua YPSIM, Finche SE MPsi, Sekretaris J Anto, Pimpinan Sekolah Edy Jitro Sihombing MPd, ratusan staf pengajar dan pegawai YPSIM.

Selain pemberian bunga, acara HUT PGRI ke-73 dirangkai  dengan penetapan 5 guru prestasi tahun pelajaran 2018/2019 yaitu: Maulina Octari SPd, Rini Rehmalemna SSi, Nurlaila Hanum Simamora SPd, Wilda Indah Yonalia Lubis SPd dan Masida AMd. Mereka diberikan penghargaan untuk melakukan study banding. 

Sofyan Tan mengatakan, dalam rangka memperingati HUT PGRI ke-73 yang seharusnya pada tanggal 25 November kemarin yang bertepatan pada Hari Minggu maka digelar pada Hari Senin.

"Hari ini guru dan pegawai yang mengabdi di YPSIM jumlahnya telah mencapai 204 orang dengan jumlah siswanya mencapai angka sekira 3.000 orang.Sudah 31 tahun sekolah kita berdiri yang diawali dengan hanya 7 kelas,"kata Sofyan Tan.

Dari jumlah  yang begitu banyak sebut Sofyan Tan, terkadang dirinya tidak tanda terhadap para siswa maupun guru. Begitupun saat bertemu, para siswa tetap ramah menyapa dan menyalami dirinya dengan sangat sopan.

"Ini adalah etika dan sopan-santun yang  senantiasa dimiliki para siswa.Hal ini tidak terlepas dari didikan para guru sehingga mereka punya etika saat bertemu orang-orang, baik itu di lingkungan sekolah maupun di tempat lain,"ungkap Sofyan Tan yang juga Anggota DPR RI ini.

Untuk itu Sofyan Tan berharap, para guru tetap mengedepankan pendidikan sesuai ikrar dan kode etik yang memegang teguh dan menjunjung tinggi  Pancasila sebagai ideologi negara sesuai UUD 1945.

"Kita mencoba apakah sila demi sila di dalam Pancasila itu sudah diimplementasikan di sekolah kita yang megah ini,"ujar Sofyan Tan

Yang pertama lanjut Sofyan Tan, adalah Ketuhanan Yang Maha Esa dimana YPSIM mengimplementasikannya dengan menempatkan semua siswanya berketuhanan tanpa ada status mayoritas maupun minoritas.

"Yang ada adalah menghargai siapapun yang memiliki agama di sekolah ini. Di lingkungan sekolah kita ada 4 tempat ibadah, masjid, gereja, wihara dan pura. Keempat tempat ibadah itu kita bangun secara berdampingan, bukan berseberangan sebagai wujud ajaran sila pertama,"ujar Sofyan Tan.

Yang kedua, imbuh dia, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab diimplementasikan oleh siswa dan guru dalam setiap acara keagamaan dan kegiatan lainnya dengan menyisihkan uang sebagai donasi, termasuk saat gempa dan tsunami yang terjadi di Palu.

"Saya bangga dengan para siswa disini karena memiliki jiwa keamnusiaan yang adil dan beradab untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Palu,"ujarnya. 

Ketiga lanjut Sofyan Tan, Persatuan Indonesia, dimana para siswa lintas agama mengamalkannya di hari besar keagamaan dengan secara bersama-sama melakukan  gotong royong mendekor dan memasang ornamen, baik itu saat Lebaran, Natal, Imlek, Deepavali  dan acara lainnya.

"Hebat siswa kita, inilah jiwa persatuan yang ditanamkan oleh para guru kepada mereka untuk memahami toleransi meskipun berbeda agama,"tandasnya.

Keempat imbuh dia berbunyi Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan diamalkan oleh para siswa saat memilih Ketua OSIS, memilih guru favorit hingga memilih warna untuk gedung sekolah .

"Ala bisa karena biasa, saya senang sekali karena di sekolah ada demokrasi yang diterapkan, misalnya dalam pemilihan Ketua OSIS dilakukan seperti memilih Presiden Republik Indonesia.Ada sistem musyawarah dan mufakat sehingga tidak terjadi konflik. Berbeda bukan musuh, bebeda merupakan hak kita untuk memilih ,"tutur Sofyan Tan.

Yang terakhir lanjut Sofyan Tan, jika sila satu sampai empat sudah diwujudkan dan diimplementasikan dengan baik maka Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia bisa dinikmati oleh siswa maupun rakyat dengan baik dan damai.

"Indonesia damai, pertumbuhan ekonomi akan besar tentu bisa dinikmati anak-anak kita pada tahun 2045 mendatang saat Indonesia merdeka 100 tahun,"tuturnya.

Wednesday, November 21, 2018

YPSIM & Orang Tua Siswa Peringati Maulid Nabi

Andrio Dev

Yayasan Perguruan (YP)  Sultan Iskandar Muda menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut digelar di halaman  sekolah YP Sultan Iskandar Muda, Jalan T Amir Hamzah, Medan Sunggal, Sabtu  (10/11). Peringatan Maulid Nabi yang dirangkai pemberian bantuan beras kepada warga kurang mampu itu  diikuti oleh seluruh guru dan siswa YP Sultan Iskandar Muda. Juga hadir Ketua Dewan Pembina YP Sultan Iskandar Muda, dr Sofyan Tan, Ketua Yayasan, Sekretaris, Finche SE dan J Anto serta Ketua Panitia Imam Arif.

Ketua Dewan Pembina, dr Sofyan Tan mengatakan,  sesuai tema yang diusung "Cinta Tanah Air Adalah Bahagian Dari Pada Iman" yang juga bertepatan pada Hari Pahlawan maka sangat penting bagi suatu Negara untuk menduduki tangga dunia sebagai salah satu negara yang menguasai ilmu dan teknologi. "Kedepannya Indonesia diperkirakan menduduki tangga kelima negara terbesar di dunia.Kita harus kuasai ilmu dan teknologi disertai dengan iman yang kuat. Iman yang kuat tentu akan mampu menjaga kedaulatan negara,"kata Sofyan Tan dihadapan para guru dan siswa yang hadir.

Cinta Tanah Air, sebut Sofyan Tan artinya Indonesia harus lepas dari pertikaian, tidak ada konflik bernuansa suku, ras, agama dan antar golongan (Sara) karena pendiri bangsa telah meletakan Pancasila sebagai satu-satunya azas bagi rakyat sebagai pemegang jalan hidupnya di negara ini. Sofyan Tan menambahkan, YP Sultan Iskandar  Muda  rutin menggelar peringatan Maulid Nabi SAW setiap tahun. Peringatan Maulid Nabi jugabertujuan menumbuhkan cinta para siswa kepada Rasulullah SAW sekaligus menghormati siswa yang memiliki hak yang sama untuk memperingati hari besar keagamaannnya di Perguruan Sultan Iskandar Muda.

"Merupakan kebanggaan bagi Sultan Iskandar Muda karena pada 6 November lalu kita berhasil meraih juara satu penghargaan Kemendagri.Penghargaan ini diraih  karena sekolah ini memang pantas ditiru sebab selalu menjaga kerukunan antar umat beragama di lingkungan sekolah dengan menyediakan sarana rumah ibadah untuk semua agama yang dianut para siswanya tanpa membeda-bedakan,"tuturnya. Peringatan Maulid Nabi selanjutnya diisi dengan tausiyah oleh Ustadz Samin Pane. Ia menceritakan Rasulullah SAW merupakan sosok yang paling berpengaruh  di dunia yang hingga kini tetap dicintai dan diteladani umatnya. Dalam tausiyahnya, Samin Pane juga mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang paling nikmat untuk ditinggali dibanding negara lainnya."Kalau Malaysia, Singapura itu sudah biasa untuk ditinggali.Yang paling nikmat itu adalah tinggal di Indonesia, kita paling beruntung makanya kita harus mencintai Tanah Air Indonesia dengan menjaga iman kita sebaik-baiknya,"ucap Samin Pane.

Rayakan Deepavali

Usai pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada hari yang sama YP Sultan Iskandar Muda juga menggelar perayaan Deepavali untuk umat Hindu.Perayaan itu ditandai dengan penyalaan pelita Deepavali oleh dr Sofyan Tan, Ketua Yayasan, Finche SE dan Kepala SMA Edy Jitro Sihombing.

Tim Kerja Pembangun

  • Agus RizalJabatan
  • Christin EvalinaJabatan
  • Lando BeninoNetwork Administrator
  • Andrio PrijayaProgrammer
  • HendryVideographer
  • IdrusPhotographer