Rasa Jenuh Seolah Terbayar Lunas

Febrina dan Gita Siswa Kelas XI IPA-3 SMA Sultan Iskandar Muda

Meski mengenakan masker, raut gembira tak bisa disembunyikan dari raut wajah Febrianti Sihotang dan Agita Kanina.  

"Rasa jenuh belajar di rumah selama satu setengah tahun seolah terbayar lunas pagi ini," ujar Febrianti. Meski hari itu pembelajaran tatap muka baru berlangsung 2 jam, dan jumlah siswa yang ikut PTM juga dibatasi, hanya 12 siswa, namun baik Febri maupun Gita, siswi kelas XI IPA-3 SMA Sultan Iskandar Muda itu mengaku merasa senang. Rasa jenuh selama kurang lebih 1,5 tahun belajar di rumah dan jarang berjumpa secara tatap muka dengan teman-temannya, diakui mereka ketap muncul.

"Kalau pembelajaran tatap begini, mata pelajaran lebih mudah dipahami," ujar Gita. Febri dan Gita ditemui di halaman Sekolah Sultan Iskandar Muda, Rabu (13/10).  Saat disinggung tentang kedisiplinan mematuhi prokes, terutama memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak, Febri dan Gita mengaku ia dan teman-temannya siap hidup dalam era kenormalan baru  selama Pandemi Covid-19 masih berlangsung.

"Kami percaya, teman-teman juga akan patuh prokes, karena  hanya dengan cara ini kami terhindar virus korona dan agar bisa tetap mengikutibpembelajaran tatap muka," ujar mereka.


Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

Sejak Rabu, 13 Oktober 2021, Sekolah Sultan Iskandar Muda memang telah memulai pembelajaran tatap muka terbatas setelah Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, mengizinkan. Pimpinan Sekolah Sultan Iskandar Muda, drs. Edy Jitro Sihombing, M.Pd. menyebut PTM diadakan diadakan 3 sesi dalam sehari, yakni mulai pukul 07.30 - 09.30. 10 -12.00 dan 13.00 -14.00 WIB.  Setiap sesi ada 2 mata pelajaran, dimana satu mata pelajaran memiliki durasi 1 jam. 

Menurut Edy Jitro, meski  PTM sudah dimulai, namun pihak sekolah tetap memberikan kesempatan bagi siswa yang tak mengikuti PTM, entah karena sakit atau karena tak diizinkan orangtua, untuk mengikuti pembelajaran secara daring di rumah. 

"Kita menerapkan metode pembelajaran hybrid, karena itu siswa yang tak ikut PTM, bisa ikut belajar secara daring pada waktu bersamaan," ujarnya.  Di setiap ruang belajar tersedia infokus dan laya acreen sehingga guru di sekolahnpun juga bisa berinteraksi langsung dengan  siswa yang belajar secara daring di rumah.


Hybrid Learning

Lewat hybrid learning menurut Edy Jitro, siswa yang belajar secara daring juga bisa menyaksikan  langsung proses pembelajaran teman-temannya di kelas. Di pihak lain  siswa yang ada di sekolah pun bisa melihat wajah teman mereka yang belajar di rumah.

"Tanya jawab juga bisa dilakukan siswa yang belajar secara daring," tambah Edy Jitro. Saat ini siswa yang mengikuti PTM,  harus mendapatkan persetujuan  tertulis dari orangtua mereka. Selain itu, PTM juga  iprioritaskan untuk siswa yang telah mengikuti kegiatan vaksinasi 2 kali. Hingga saat ini jumlah siswa SMP, SMA dan SMK Sultan Iskandar Muda yang telah divaksin (2 kali) telah mencapai 96%. 

Pihak sekolah sendiri telah menyediakan sarana untuk menunjang penerapan prokes.  Di depan gerbang sekolah di dalam area sekolah disediakan tempat cuci tangan dan sabun dalam jumlah yang memadai. Mesin pengecak suhu juga disediakan  di pintu gerbang. Sejumlah guru bertugas memantau ketaatan prosedur prokes, baik sebelum dan sesudah PTM berlangsung.

"Usai PTM sesi pertama, kelas lsngsung kita sterilkan dengan disinfektan," ujar Edy Jitro. Selesai mengikuti PTM, siswa juga diwajibkan kembali cuci tangan lagi, dan langsung disuruh pulang. 

"Kami pun akan langsung pulang kok pak, soalnya kami juga ingin agar PTM terus berlangsung," ujar Febri dan Gita. (Ja).

Post a Comment

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Copyright © :: YPSIM ::.
Designed by ODDTHEMES Shared By Way Templates