Agar Kita Saling Mengenal dan Merangkul

Uztas Dr Winda Kustiwar dari UINSU, Medan, tampil memberika bimbingan rohani dalam kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H YP Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan Sunggal yang diadakan secara live streaming via aplikasi zoom dan youtube, Sabtu (31/10). Foto - J Anto

Analisa (Medan) Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H adalah momen bagi umat muslim untuk meneladani Nabi Muhammad SAW sebagai figur yang selalu hidup jujur, amanah dan cerdas. Kedua, umat muslim juga diingatkan untuk rajin membaca Alquran dan As- Sunnah,  menegakkan salat, memperbanyak sedekah, dan selalu menyadari bahwa agama Islam adalah agama rahmatan lil alamin.

"Artinya Agama Islam merupakan bentuk rakhmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta." Karena itu, perbedaan harus diterima sebagai rakhmat. Allah sengaja menciptakan umat ciptaanNya bersuku-suku, berbangsa-bangsa, laki-laki - perempuan, agar mereka saling mengenal, menyayangi dan merangkul. Ciri umat Islam adalah merangkul.

Demikian ditegaskan Ustaz Dr Winda Kustiawan saat memberi tausiah pada  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 H  Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang disiarkan secara live streaming lewat aplikasi zoom dan youtube,  Sabtu (31/10). 

Kegiatan diikuti ratusan siswa, guru karyawan, paravkepala sekolah dan pengurus yayasan. Memberi sambutan dalam kegiatan itu, Ketua Dewan Pembina YP Sultan Iskandar Muda, dr Sofyan Tan.


Manusia Unggul Lintas Dunia

Menurut Ustaz Winda Kustiawan, maulid itu kepanjangan dari manusia unggul lintas dunia. Siapa lagi orang itu kalau bukan Nabi, Muhammad SAW. Dalam buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia karya Michael Hart,  Nabi Muhammad ditempatkan teratas atau nomor 1 karena meski beliau sudah 14 abad silam meninggal, namun sampai kini masih memiliki pengikut setia yang jumlahnya miliaran orang.

"Itu karena beliau orang yang jujur, amanah dan cerdas," katanya. Ustaz Winda Kustiawan karena itu berharap siswa Perguruan Sultan Iskandar Muda bisa meneladani sikap junjungannya itu. Selain itu ia juga menekankan agar siswa rajin membaca Al Quran, As-Sunnah dan rajin salat. Karakter anak yang baik adalah mereka yang rajin salat. Ia juga menekankan pentingnya berbagi atau bersedekah bagi mereka yang tak mampu.

"Sedekah itu wajib karena tiap hari Allah sudah memberi kita rezeki," katanya. 


Pelopor Pencegahan Covid-19

Sementara itu Sofyan Tan memuji ajaran Agama Islam sebagai pelopor pemberantasan wabah covid atau yangvpenyakit disebabkan virus dan bakteri. Hal itu tercermin dari ajaran Islam yang mengatakan bahwa kebersihan sebagian dari iman.

"Tiap hari saat hendak melakukan salat 5 waktu, orang muslim harus melakukan wudhu dulu dengan air bersih yang mengalir," katanya. Itu artinya budaya hidup bersih bukan hal baru bagi orang muslim. Budaya hidup sehat seperti ini sesuai protokol kesehatan untuk mencegah tertular dan menularkan Covid-19.

Ajaran Islam menurur Sofyan Tan juga mengajarkan toleransi seperti tercermin saat umat muslim menjslankan ibadah puasa. Saat berpuasa, umat muslim tahu bagaimana menderitanya orang yang tak bisa makan. Puasa karena itu mengajarkan untuk bertoleransi sekaligus berempati kepada mereka yang berkekurangan. 

"Puasa juga sekaligu mengajar orang agar mengistirahatkan perut. Dalam bahasa medis, puasa itu juga detoksisasi untuk kesehatan tubuh," katanya. 


Bantuan 200 Karung Beras

Pada akhir acara kegiatan, Ketua Panitia, Ustaz Agus Rizal secara simbolik membagikan bantuan beras. Ada sebanyak 200 kantong beras yang dibagikan untuk siswa anak asuh. Sebelumnya untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, juga telah digelar berbagai lomba seperti  lomba MTQ, menghapal Surah pendek, doa dan baca puisi.

"Karena dalam pandemi Covid-19, lomba juga kita adakan secara virtual," katanya.  (Ja)


Post a Comment

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Copyright © :: YPSIM ::.
Designed by ODDTHEMES Shared By Way Templates