Sunday, May 12, 2019

Puteri Sakya 2019 MBI, Jocelyn Ang Siswi SMA SIM

Foto Puteri Sakya 2019 MBi Medan. Jocelyn Ang, Siswa SMA Sultan Iskandar Muda, terpilih sebagai Puteri Sakya 2018 MBI Medan  pada Waisak Fair 2019 yang diadakan dalam rangka memeringati Perayaan Hari Waisak 2019 di Medan, Minggu (12/5).

Jocelyn Ang (16), siswa kelas X IPA-2 SMA Sultan Iskandar Muda Medan Sunggal, terpilih sebagai Puteri Sakya 2019 MBI Medan pada Pemilihan Putera Puteri Sakya 2019 yang berlangsung di Grand Ocean, Cemara Asri, Minggu (12/5). Lomba Putera-Puteri Sakya merupakan salah satu mata acara Waisak Fair 2019 yang diadakan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) Medan.

Puteri Puteri Sakya mirip ajang pemilihan putra-putri Indonesia, namun lebih menonjolkan  pada aspek edukasi dan muatan religius agama Buddha. Lomba diikuti 80 peserta (putera puteri), dengan kategori mereka yang berusia antara 16 - 24 tahun.  Ada tiga indikator yang dinilai para juri yakni dharmais, brain, dan confidence. Pada saat audisi, dari 80 peserta, hanya 12 peserta (6 putera, 6 puteri) yang masuk ke tahap grand final.

Di grand final, 12 finalis lalu dinilai lag hingga tinggal 4 besar dan 2 besar untuk masing-masing kategori. "Saya kaget terpilih sebagai Puteri Sakya 2019, bisa masuk 2 besar saja sudah syukur," ujar ujar Jocelyn saat ditemui di sekolahnya SMA Sultan Iskandar Muda, Medan Sunggal Jumat (17/5).

Ingin Jadi Dokter Paru-paru
Dikenal sebagai siswa yang supel, murah senyum, Jocelyn tergolong siswa yang punya rasa percaya diri tinggi. "Saya punya cita-cita ingin jadi dokter spesialis paru-paru," ujar puteri sulung pasangan  Kianto -  Lita yang bermukim di Padang Sidempuan itu. Di Medan, Jocelyn dan adiknya memang tinggal bersama neneknya. Setamat SMP di Padang Sidempuan, orangtuanya memang ingin kedua anaknya sekolah di Medan. Lita, ibu Jocelyn, adalah alumni SMA Sultan Iskandar Muda tahun 1996 dan merupakan anak asuh dr. Sofyan Tan.

Bagi Jocelyn, dokter adalah profesi mulia dan dibutuhkan  sepanjang hajat hidup manusia.
"Profesi dokter itu merupakan karma baik. Saya ingin aman di dunia juga kelak di kehidupan lain," ujar Jocelyn yang saat SD memang kerap mengisi acara fashion show dan lomba tari modern dan tradisional di sekolahnya itu. Namun saat SMP minatnya beralih ke kegiatan akademik. Tahun 2015 misalnya, ia pernah mewakili sekolahnya  pada lomba  OSN untuk bidang mata pelajaran IPS tingkat Sumut di Medan.

Memotivasi Untuk Menebar Karma Baik
Motivasinya ikut Lomba Putera Puteri Sakya menurutnya karena dorongan untuk memotivasi remaja seusianya agar menebar karma baik. Penggemar novel-novel karya Tere Liye ini  menyebut karma baik bisa dilakukan lewat rajin beribadah di vihara dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
Saat grand final yang menyisakan 2 finalis Puteri Sakya 2019, dewan juri yang terdiri atas Dharmawaty, Sarman dan Johny Sia, meminta kedua finalis memberi pidato singkat untuk meyakinkan mereka. Joyce  memilih menerangkan ajaran  Ehipassiko dari sang Buddha.

"Buddha berkata bahwasanya beliau tak pernah memaksa orang untuk mengikuti ajarannya. Namun beliau ingin orang melihat, datang, kenali, dan buktikan darma Sang Buddha," kata Jocelyn yang Juara III di kelasnya itu.

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda

Official Website & Information Portal

Seluruh informasi disusun oleh tim penulis dan ditinjau oleh editor. Apabila terdapat kesalahan informasi mengenai isi informasi, mohon kirimkan info ralat anda ke ke WA 082362684342. Terima Kasih :)

0 comments:

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...