Friday, August 26, 2016

Kemendikbud Apresiasi Model Pendidikan Multikultural YPSIM


YPSIM – Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad, mengapresiasi Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda yang telah memasuki usia 29 tahun hingga kini tetap membina dan mengedepankan pendidikan dan sikap multikultural diantara siswa/i.“Sekolah ini unik karena di tengah perkembangan sekolah-sekolah lain yang semakin menghindarkan diri dari pembinaan kebangsaan, tapi sekolah ini tetap membina dan mengedepankan sikap multikultural antara siswa/i nya yang terdiri dari multi etnis, agama dan ras,”kata Hamid Muhammad saat menghadiri Perayaan Ulang Tahun YP SIM  ke 29, di Jalan T Amir Hamzah, Medan Sunggal ,Kamis (25/8).

Mengusung tema “Merawat Keberagaman Melalui Pendidikan Multikultural” perayaan ditandai pemotongan nasi tumpeng itu  juga dihadiri:Walikota Medan,Dzulmi Eldin, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud,Totok Suprayitno, Anggota  Komisi D DPRD Kota Medan Daniel Pinem,Wakil Konjen Republik Rakyat Tiongkok Song Yuejin.

Selain itu hadir juga sejumlah donatur pembangunan sekolah dan donatur  anak asuh diantaranya:Irman Tjui, Rudi Kiswoto, Iwan Hartono Alam, Djoesianto Law,Yanno (Tanoto Foundation),Salimin Djohan Wang dan lainnya.

Hamid menambahkan, pendidikan multikultural yang disaksikannya sendiri dan betul betul terjadi di sekolah YP SIM seharusnya ditiru oleh sekolah lainnya yang mulai mengabaikannya.

“Pendidikan multikultural inilah yang nantinya  akan merekatkan kita sebagai bangsa Indonesia.Saya betul-betul mengapresiasi Pak Tan yang bisa membina sekolah ini sedemikan rupa sehingga antar etnis itu melebur menjadi satu untuk belajar di sekolah ini,”ucapnya.

Untuk itu Hamid  berharap, apa yang  telah dipratekan sekolah ini selama puluhan tahun kiranya dapat ditularkan ke sekolah lainnya  karena sejauh ini pendidikan multikultural sangat dibutuhkan negara Indonesia untuk diterapkan di sekolah-sekolah.

Sementara itu Ketua Dewan Pembina YP SIM,dr Sofyan Tan menjelaskan,berdirinya sekolah YP SIM berangkat dari kegelisahan terhadap jumlah penduduk Indonesia yang multi etnik yang harus bisa disatukan dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika  dan Pancasila.

“Ini tidak bisa hanya sekedar ideologi saja tanpa  implementasi yang konkrit dengan jumlah etnis di negara Indonesia yang mencapai sekira 1028 etnis.Untuk menjawab semua persoalan ini tentu harus ada model pendidikan multikultural agar kita tidak terpecah-pecah,”ungkap Sofyan Tan yang juga Anggota DPR RI ini.

Sofyan Tan mengakui, awal pembangunan sekolah YP SIM yang menerapkan pendidikan multikultural adalah sangat sulit dan mengundang kecurigaan dari berbagai pihak apalagi di dalamnya terdapat rumah ibadah.

Namun seiring berjalannya waktu  tutur Sofyan tan, model pendidikan seperti ini akhirnya dilihat  oleh pemerintah sebagai salah satu bentuk konkrit jawaban terhadap munculnya berbagai peristiwa intoleransi yang akhir-akhir ini muncul di Indonesia.

“Jadi saya punya kebanggaan tersendiri karena model pendidikan multikultural seperti ini akhirnya dilihat oleh pemerintah.Pemerintah kita lewat Kemendikbud menaruh perhatian terhadap program yang dijalankan sekolah ini.Ini merupakan awal yang sangat menarik untuk dikembangkan di seluruh Indonesia,”ujarnya.

Sementara itu Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin S MSi berharap Perguruan Sultan Iskandar Muda terus mencetak generasi muda yang cerdas , berkarakter dan selalu menjunjung  Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi akar dari  perguruan tersebut. Sejak berdiri 29 tahun silam, perguruan ini dinilai telah banyak memberikan kontribusi positif bagi dunia

Eldin sangat mengapresiasi perguruan ini menekankan pendidikan multikultural dalam proses pembelajarannya selama ini. Apa yang dilakukan perguruan ini dinilainya menjadi salah satu solusi dalam memberikan arti perbedaan buka untuk dibeda-bedakan kepada seluruh anak didik mulai sejak dini.

“Perbedaan ini merupakan kekayaan dan anugerah yang telah diberikan Allah SWT kepada bangsa Indonesia, khususnya Kota Medan. Dengan  perbedaan yang kita miliki ini tentunya akan menjadi kekuatan untuk lebih menyatukan diri. Saling menghormati dan menghargai merupakan kunci utama dalam melihat perbedaan,’ kata Eldin.

Oleh karenanya Eldin berharap kepada seluruh anak didik yang telah belajar di Perguruan Sultan iskandar Muda tentunya sangat memahami perbedaan dan bisa mensosialisasikan maupun menerapkannya pada lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda

Official Website & Information Portal

Seluruh informasi disusun oleh tim penulis dan ditinjau oleh editor. Apabila terdapat kesalahan informasi mengenai isi informasi, mohon kirimkan info ralat anda ke ke WA 082362684342. Terima Kasih :)

0 comments:

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...