102 Murid Perguruan Sultan Iskandar Muda Diterima Di PTN, Ingin Mengabdi Di Indonesia Timur

Simon Petrus Manurung dan Aron Sherman, siswa  SMA Sultan Iskandar Muda yang diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Patimura Ambon, dan Fakultas Kedokteran USU, Medan. Tahun 2021 ada sebanyak 83 siswa Sultan Iskandar Muda yang diterima di PTN. Foto - Ja.


Diterima di  Fakultas Kedokteran di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) sesuai pilihan utama, tentu sebuah kebanggaan sekaligus kepuasan tersendiri. Hari-hari ini, Itulah  yang tengah dirasakan Aron Sherman dan Simon Petrus Manurung, keduanya siswa SMA Sultan Iskandar  Muda, Medan Sunggal. Jika Aron diterima di  Fakultas Kedokteran Umum Universitas Sumatera Utara (USU) Medan, Simon diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Patimura, Ambon. Keduanya ditemui disela acara  pembagian ijazah disekolah mereka, Sabtu (26/6).

Edy Jitro Sihombing M.Pd., Ketua Perguruan Sultan Iskandar Muda, menjelaskan bahwa tahun  2021 ini, total ada sebanyak 83 siswa dari Perguruan Sultan Iskandar Muda yang diterima di berbagai PTN di tanah air. Dari jumlah tersebut, 77 siswa merupakan siswa SMA Sultan Iskandar Muda,  6 siswa berasal dari unit SMK Sultan Iskandar Muda. Mereka diterima lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Dari jumlah tersebut, menurut Edy Jitro, ada sebanyak 14 siswa yang berstatus sebagai anak asuh.


Fokus Pelajaran Kimia

Mengisahkan ihwal pilihannya ke Fakultas Kedokteran, Simon Petrus Manurung menyebut karena kegemarannya terhadap mata pelajaran Kimia. Pada tahun  2020 saat duduk di Kelas XI IPA-1, Simon misalnya meraih Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) yang diadakan Dinas Pendidikan Kota Medan. 

"Sejak awal mengikuti seleksi SNMPTN, saya merasa optimis bisa diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Patimura Ambon,"  ujar anak ke-3 dari 4  bersaudara ini. Dari sisi prestasi akademik menurut Edy Jitro, Simon diakui kurang menonjol. Meski begitu, ia dinilai sebagai siswa yang sangat fokus menekuni  mata pelajaran Kimia.

Simon tak menampik. Sejak kelas X, ia memang sering mengikuti lomba-lomba mata pelajaran Kimia, terutama di ajang Olimpiade Sains. Namun baru saat kelas XI (2020), ia berhasil meraih Medali Perunggu pada Olimpiada Sains Nasional (OSN) tingkat Medan yang diadakan Dinas Pendidikan Medan. Lalu pada Februari tahun 2021, ia meraih medali emas pada lomba Olimpiade Sains yang diadakan Pelatihan Olimpiade Sains Indonesia (POSI).

"Itu olimpiade sains yang diadakan secara online, pesertanya seribu lebih siswa dari berbagai provinsi. Ada 30 peserta yang meraih medali emas, saya salah satunya," ujar Simon. Saat mengikuti seleksi SNMPTN, ia menyertakan portofolio itu.  Hasilnya, ia sukses diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Patimura, pilihan pertamanya.

Kelak setelah jadi dokter, ia  memang ingin mengabdi di Ambon sebagai "dokter pulau". Menurutnya fasilitas kesehatan di Ambon jauh tertinggal dibanding kota-kota Sumatera Utara, apalagi Jawa. Ia juga punya alasan pribadi kenapa memilih Fakultas Kedokteran. 

"Sejak tahun 2021, ayah saya kena serangan jantung, sudah pasang ring, saya juga ingin membantu merawat kesehatan ayah" ujarnya. Ayah Simon sendiri sehari-hari bekerja sebagai karyawan di sebuah peternakan bebek di daerah Klambir. Ibunya seorang ibu rumah tangga biasa. Simon mengaku bersyukur sekolah di SMA Sultan Iskandar Muda.

"Saya mendapat pengurangan uang sekolah sekitar 40 persen," katanya. 


Ikut Bimbel Sejak Kecil

Berbeda dengan Simon, Aron Sherman mengaku tak memiliki portofolio ikut lomba-lomba seperti Simon. Namun di kelas, prestasi akademiknya tergolong bagus. Kalau tidak juara 2, ya juara 3, dan itu stabil dipertahankan  oleh Aron.

"Saya sejak kecil memang ikut bimbingan les, dan passion saya memang di pelajaran Biologi," ujar Aron, sulung dari 2 bersaudara. Ia sendiri awalnya ingin mengambil jurusan biologi, tapi ayahnya, seorang penginjil, memberi saran agar Aron mencoba ke Fakultas Kedokteran. Akhirnya ia mengambil Fakultas Kedokteran Umum USU Medan sebaga pilihan pertama, dan jurusan Farmasi UGM Yogyakarta sebagai pilihan kedua.

"Puji Tuhan, saya diterima di Fakultas Kedokteran USU," katanya.  Saat ditanya kemungkinan untuk mengambil spesialisasi kelak di kemudian hari, Aron ingin menjadi ahli bedah.

"Karena saya suka biologi, jika dizinkan Tuhan, saya ingin menempuh pendidikan spesialisasi bedah Toraks," ujarnya. Bedah Toraks dan kardiovadkular adalah bedah khusus untuk pasien yang menderita penyakit paru-partu dan jantung. Sedang Simon ingin mengambil spesialisasi bedah umum atau kandungan. 

"Tapi sekarang kami berdua mau konsentrasi dulu untuk kuliah di Fakultas Kedokteran Umum," ujar keduanya. 


Jadikan Sebagai Rumah Sendiri.

Sementara sebelum acara pembagian ijazah, Ketua Dewan Pembina Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda, dr. Sofyan Tan memberi  wejangan terhadap ke 83 siswa yang diterima di PTN tersebut. Ia mengaku bangga dengan mereka yang diterima PTN, terlebih 2 diantara mereka diterima di Fakultas Kedokteran. Anggota DPR RI dari Komisi X Fraksi PDI-Perjuangan itu mengajak mereka untuk bersyukur bisa bersekolah di Sultan Iskandar Muda. 

"Karena berkat bimbingan para guru Sultan Iskandar Muda, kalian bisa diterima di PTN," katanya. Karena itu Sofyan Tan mengajak para alumni Sultan Iskandar Muda untuk menjadikan Sekolah Sultan Iskandar Muda sebagai rumah mereka sendiri.

"Jika ada dari kalian setamat kuliah nanti ada yang hendak mengabdikan diri bekerja di sekolah,silakan, saya sangat terbuka," katanya.



Post a Comment

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Copyright © :: YPSIM ::.
Designed by ODDTHEMES Shared By Way Templates