Sekolah YPSIM Sediakan Empat Rumah Ibadah


TRIBUN-MEDAN.com-Toleransi dapat diartikan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan, toleransi ada banyak macamnya antara lain toleransi beragama, suku, ras dan budaya.
Kepala sekolah SMP Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan Sunggal, Dra. Listiani, M.Pd mengatakan keunggulan sekolah SMP Sultan Iskandar Muda ini merupakan sekolah multikultural yang artinya beragam suku agama, disini anak anak diajarkan perbedaan diantara satu dengan yang lainnya.
"Di sekolah ini kita ada namanya doa lintas agama, lintas agama artinya pada saat upacara di Hari Senin, ada doa lintas agama artinya ada agama Islam, Kristen, Buddha, dan Hindu. Setia acara sekolah kita ada doa lintas agama, saya rasa ini bisa menjadi keunggulan sekolah kita," ucap Listiani didampingi Guru BK (Bimbingan Konseling), Adri Hermawan, M.Psi.
Kata Listiani, di dalam lingkungan sekolah ini, pihaknya juga menyediakan empat rumah ibadah yakni mesjid, gereja, vihara dan kuil.
"Jadi biasanya pada saat belajar agama mereka (siswa) masuk ke rumah ibadah masing masing, agama islam ke mesjid, agama kristen ke gereja, rumah ibadah itu secara berdampingan dibangun artinya anak anak itu sudah terbiasa dengan rumah ibadah ini seperti ini jadi mereka tahu rumah ibadah tersebut. Dengan adanya  rumah ibadah itu artinya, kita saling menghargai dan menghormati, antara satu dengan yang lain," ungkapnya.
Ia mengatakan sekolah ini memiliki fasilitas yang lengkap, tersedia laboratorium IPA ruang musik kedap suara, beragam alat-alat musik tradisional, alat alat musik modern, dan auditorium Bung Karno.
"Auditorium Bung Karno itu digunakan untuk tempat seminar, pertemuan anak-anak kemudian bila ada penyuluhan penyuluhan tempat ini juga digunakan. Tempat pertemuan ini dapat memuat lebih kurang 280 orang," tambahnya.
Kata Listiani, auditorium ini juga bisa dijadikan sebagai tempat untuk menonton seperti bioskop XXI, sehingga anak bisa nonton sama seperti bioskop bioskop yang ada di Kota Medan.
"Siswa kita itu jumlahnya lebih kurang 660 siswa dan semua kelas memiliki AC dan infocus," ucapnya.
Hal menarik lainnya, sekolah ini memanfaatkan fingerprint untuk mengabsen kehadiran para siswa dan gurunya.
"Anak anak itu absen dengan fingerprint, bukan hanya guru saja tapi juga murid pun fingerprint dan bisa terkoneksi dengan orangtuanya, yang menyatakan bahwa anak tersebut sudah ada di sekolah, nanti pulang sekolah juga para siswa dan guru fingerprint kembali," ucapnya.
Tak hanya mampu di bidang akademi, para siswa juga dilatih untuk mengembangkan bakatnya melalui kegiatan ekstrakurikuler (ekskul).
Ia menjelaskan tersedia lebih kurang 30 kegiatan ekskul dengan tujuan untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan serta membantu membentuk karakter peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
"Ekskul kita banyak ada 30 ekskul, pulang sekolah para siswa ekskul
sesuai jadwalnya. Beberapa ekskul diantaranya di bidang kesenian, olaraga, kepemimpinan organisasi, akademi, bahasa asing, dan kita juga ada ekskul keagamaan," katanya

Ia berharap sekolah ini lebih berkembang dan bisa memberikan kontribusi lebih baik di dalam dunia pendidikan. "Para siswa juga selalu kita dukung untuk mengikuti perlombaan sehingga mereka semakin mengembangkan bakat, percaya diri, dan berani tampil di depan umum," ucapnya.

Posting Komentar

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Copyright © Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda (YPSIM).
Designed by ODDTHEMES Shared By Way Templates