Friday, June 8, 2018

3 Siswa SMA SIM Berhasil Diterima di ITB

Kepala SMA Sultan Iskandar Muda, Medan Sunggal, Edy Jitro, M.Pd diapit Gidion T.D.
Hutabarat (Teknik Mesin UI), Intan Tandika ( FMIPA ITB), dan Wiknes Waren (Agribisnis Udayana).

Intan Tirandika (17) awalnya sempat tak percaya saat sebuah screenshot masuk ke akun aplikasi pengirim pesan di ponselnya: "Selamat! Anda dinyatakan lulus seleksi SBMPTN di Institut Teknologi Bandung,  Fakultas Matematika & Penget. Alam (FMIPA). 

"Saya lalu minta tolong lagi  teman  yang lain lagi  untuk check di internet," tuturnya.  Tak berapa lama kembali ia menerima screenshot yang sama. Baru kali in alumni SMA Sultan Iskandar Muda, Sunggal percaya. Intan pun bersorak  kegirangan. Ia  lalu mengucap syukur dan menghambur ke pelukan ibunya.

"Saya juga langsung telpon papa yang sedang bertugas di Bogor," tuturnya, saat bersama kedua temannya Gidion Maruli Tua Diondihon Hutabarat dan Wiknes Waren ditemui di Ruang Kepala Sekolah Perguruan Sultan Iskandar Muda, Medan Sunggal Sabtu (7/7).

Jika Intan diterima di FMIPA ITB Bandung, GIdion diterima di Fakultas Teknik Mesin Universitas Indonesia (UI), Jakarta, sedang Wiknes diterima di Fakultas Pertanian Program Agribisnis Universitas Udayana, Bali.

Bangga Diterima di ITB Bandung.

"Sebagai kepala sekolah saya bangga siswa saya tahun ada yang diterima di ITB. Sudah tiga tahun ini saya berharap, baru tahun ini terpenuhi, " ujar Kasek SMA Sultan Iskandar Muda, Edy Jitro Sihombing, M.Pd sembari tak lepas menyunggingkan senyumnya. Rasa bangga itu makin komplit karena Intan Tirandika Gidion dan Wiknes diterima lewat jalur tes tertulis.

Di kelasnya, Intan menurut Edy Jitro memang termasuk siswa berprestasi. Sejak kelas I, Intan selalui meraih juara pertama. Sampai saat ini, sudah ada 45 siswa SMA SIM yang lolos di sejumlah PTN terkemuka di tanah air, baik lewat jalur SBMPTN dan jalur undangan.

Ia punya target tahun bisa ada 60 siswa yang diterima di PTN. Sejauh ini menurut Edy Jitro, lulusan SMA SIM sudah ada yang diterima di UI, UGM, UNPAD, UNDIP, UNBRA, ITS, ITB, USU, UNIMED, UDAYANA dan PTN lain. "Tahun depan, kita harap ada yang diterima di IPB Bogor," katanya.

Sempat Kalut.

Lolos seleksi dan diterima di PTN terkemuka di tanah air, sudah pasti jadi idaman tiap pelajar. Intan Tirandika  sendiri sekalipun tergolong siswa berprestasi, ia sempat tak percaya saat diberitahu temannya bahwa ia diterima di ITB. Padahal screenshot kabar kelulusannya yang pertama diterima karena ia sendiri yang minhta tolong ke temannya.

Sejak tahu pengumuman hasil penerimaan SBMPTN dipercepat jadi pukul 15.00 WIB, Intan sebenarnya sudah berkali memasukkan nomor ujian ke website SBMPTN. Namun sampai tiga kali mencoba, ia tak mendapat keterangan apapun.  Ia sempat kalut, bahkan menduga-duga bahwa ia tak lulus. Berkali ia me-restart ponselnya, namun hasilnya sama.

Menjerit Keras.

"Bingung dan cemas juga," tuturnya. Gidion yang diterima di Fakuktas Teknik Mesin UI awalnya juga mengaku tak pede. Tak heran saat layar laptop miliknya memberitahu bahwa ia diterima di UI ia langsung menjerit keras dan lompat-lompat di atas springbed. Kakak dan adik-adiknya pun jadi heboh.

Sebaliknya Wiknes yang diterima di Universitas Udayana justru kini merasa sedang bingung. Wiknes adalah siswa dari Program Anak Asuh. Bukan hanya faktor biaya yang jadi pertimbangan, maklum ayahnya hanya bekerja di sebuah kedai kopi, sedang ibunyavkini tengah sakit-sakitan. 

"Saya juga sebelumnya sudah diterima di Poltekes Medan," katanya. Wiknes memang punya cita-cita ingin jadi dokter. Tak heran jika kini ia tengah diliputi rasa bimbang, mau memilih program agrisbisnis atau kesehatan yang dekat dengan cita-citanya. 

Edy Jitro berjanji akan membantu memecahkan kebimbangan yang tengah dihadapi alumninya. Ia akan mengajak bertemu kedua orangtua Wiknes untuk mendiskusikan masalah tersebut. 

"Jika masalahnya menyangkut biaya, pasti Pak Sofyan tak akan berpangku tangan," tegasnya. Sofyan yang dimaksud Edy Jitro tak lain  adalah dr. Sofyan Tan, pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YP Sultan Iskandar Muda. Selama ini, dr. Sofyan Tan dikenal telah banyak memberi beasiswa dan batuan biaya sehari-hari bagi alumni sekolah yang  diterima di PTN, terlebih alumni sekolah yang berstatus sebagai anak asuh.

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda

Official Website & Information Portal

Seluruh informasi disusun oleh tim penulis dan ditinjau oleh editor. Apabila terdapat kesalahan informasi mengenai isi informasi, mohon kirimkan info ralat anda ke ke WA 082362684342. Terima Kasih :)

0 comments:

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...