Saturday, October 11, 2014

Konsul AS Puji Pluralisme di YPSIM


Medan, (Analisa). Konsul AS untuk Sumatera, Robert Ewing menyampaikan pujian terhadap pluralisme,  toleransi, pembauran serta per­samaan gender di Yayasan Per­gu­ruan  Sultan Iskandar Muda (YPSIM).

“Saya sudah banyak men­dengar tentang sekolah ini khususnya tentang kehidupan dan keberagaman siswa. Kami merasa  bangga di Sumatera ada sekolah seperti ini yang selalu  meng­har­gai dan meng­hormati setiap per­be­daan,”kata Robert Ewing pada  diskusi de­ngan Pejabat Bidang Diplo­masi Pu­blik Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Rachel L Cooke di Pendopo YPSIM, Jalan T Amir Hamzah,Medan Sunggal, Jumat (3/10) .

 Kegiatan yang diikuti ra­tusan siswa tingkat SMA ini dihadiri  Koordinator YP SIM Drs Sarmulia Sinaga dan Kepala Sekolah SMA, Edy Jitro MPd.

Robert Ewing mengatakan, mem­bawa Rachel Cooke untuk mem­pre­sen­tasikan kepada sis­wa soal pluralisme di AS.

Dalam dialog tersebut, Ro­bert Ewing didampingi Public Affairs Assistant Kon­sulat AS, Dian Lum­bant­o­ruan.  juga mengatakan, di Kota Medan selain ada Konsulat Amerika di ba­wah­nya juga ada kantor pendidikan AS, di mana para siswa bisa mendapatkan ber­ba­gai informasi tentang pen­didikan mau­pun perguruan tinggi di AS.

 Sementara itu, Rachel Cooke dalam presentasinya menceritakan tentang per­bedaan yang sehari-harinya dialami oleh siswa di ling­kungan sekolah. Apalagi saat bertemu siswa baru di sekolah tentunya akan lebih gampang menemukan perbedaan itu.

“Kalau di sekolah YP Sultan Iskan­dar Muda tentu yang didorong itu adalah me­lihat persamaan siswa bukan per­be­daannya.Hari ini saya  akan lebih  fo­kus mempre­sentasikan soal  perbe­daan, agar perbedaan itu juga  bisa men­jadi sesuatu yang baik,”ungkap  Ra­chel.

 Bagaimanapun, se­but Ra­chel, se­tiap orang ten­tu­nya memiliki sejumlah per­bedaan, baik itu  per­be­daan sisi su­dut pandang, cara berpikir mau­pun per­be­daan opini. Hanya saja semua per­be­­daan itu tergantung bagai­mana kita me­nyikapinya agar bisa hidup ber­dam­pi­ngan secara harmonis.

“Melihat dunia dengan ber­bagai sudut pandang itulah pluralisme. Cara sudut pandang yang berbagai macam ini sebenarnya membuat cara berpikir kita menjadi berbagai ma­cam pula, ”ucap wanita yang besar di lingkungan pantai New Jersey ini. Dari cara sudut pandang yang ber­be­da ini sebut wanita diplomat Ke­men­lu AS ini, mengakibatkan cara ber­pi­kir se­seorang juga menjadi ber­bagai ma­­cam pula.Namun hal ini malah men­jadi baik di  saat membuat sebuah ke­pu­tu­san.(rel/rrs)


Sumber: Harian Analisa Edisi Senin, 6 Oktober 2014

Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda

Official Website & Information Portal

Seluruh informasi disusun oleh tim penulis dan ditinjau oleh editor. Apabila terdapat kesalahan informasi mengenai isi informasi, mohon kirimkan info ralat anda ke ke WA 082362684342. Terima Kasih :)

0 comments:

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...

Bagaimana tanggapanmu ?.. yuk tulis disini...